Bagaimana cara georeferensi peta (JPG/PDF) dalam QGIS

 Tutorial cara georeferensi suata peta dalam format PDF atau JPG yang nantinya dapat disimpan dalam format SHP untuk penggunaan dalam software GIS ataupun ke format TIFF yang merupakan gambar berkoordinat.

Dalam tutorial ini akan menggunakan QGIS versi 3.34

Persiapkan bahan-bahan untuk melakukan georeferensi:

  1. Aplikasi QGIS yang sudah terinstal
  2. Peta yang akan digeoreferensi dalam format JPG maupun PDF
Langkah-langkah:

1. Buka QGIS dan instal plugin base map. Di sini saya menggunakan Open Street Map base map yang didapat dari plugin QuickMapServices


Untuk yang belum memiliki plugin tersebut dapat didownload di menu Plugins dan cari QuickMapServices.



2. Setelah base map OpenStreetMap terbuka tampilan QGIS akan menampilkan project dengan base map openstreet map.


3. Lakukan georeferensi pada menu Layer > Georeferencer... untuk QGIS versi 3.34


Untuk versi lama QGIS, menu Georeferencer ada di bagian Raster.

4. Pada saat menu Georeferencer sudah terbuka, pilih peta JPG/PDF yang akan digeoreferensi.




Setelah peta raster terbuka kamu dapat zoom-in dan zoom-out pada raster yang diinput dengan menggunakan scroll mouse. Kita juga dapat menggeser tampilan peta dengan menahan scroll mouse.

5. Lakukan georeferensi dengan memperhatikan kesamaan posisi objek antara peta raster dan base map.


Sebagai contoh saya melakukan georeferensi dengan menggunakan posisi sudut jalan.


Setelah mendapat posisi titik yang sudah dianggap sama dengan raster klik posisi titik tersebut pada raster dan kemudian pilih From Map Canvas.


Lakukan pembuatan titik referensi dengan memperhatikan ketentuan:

Rekomendasi 5-6 dengan distribusi spatial yang mencukupi

Pastikan posisi GCP tidak terlalu dekat satu sama lain.

Perhatikan GCP table di bawah raster yang sudah diinput pada tampila Georeferencer.


Setelah dilakukan georeferensi sebanyak kurang lebih 5-6 titik, maka titik-titik hasil georeferensi akan tertampil di GCP Table.

6. Proses georeferensi dengan mengklik tombol panah.


Tampilan menu untuk output posisi file setelah digereferensi dan jenis transformasi yang digunakan akan muncul setelah tombol Start Georeferensi diklik.

No. 1 merupakan posisi output file raster yang berkordinat yaitu TIFF/TIF dan no. 2 merupakan sistem referensi yang digunakan pada raster tadi. Pastikan sistem referensi yang digunakan sama dengan base map.

Catatan: Untuk pemilihan target CRS dapat membaca catatan di akhir blog.

Kemudian output peta raster tadi akan overlap dengan peta dasar setelah proses selesai.


Perhatikan juga setelah digeoreferensi, raster akan berada pada layer baru yang ditambahkan pada project.

7. Lakukan pengecekan pada hasil georeferensi dengan memperhatikan posisi objek-objek pada raster apakah sudah tumpang tindih dengan baik dengan peta dasar.


Jika hasil kurang memuaskan, georeferensi dapat dilakukan kembali pada tampilan window georeferensi. Memperhatikan distribusi titik GCP dan jumlah GCP akan membuat hasil georeferensi semakin baik.

Pengecekan hasil georeferensi juga dapat dilakukan dengan mengedit visibilitas transparasi layer raster dengan mengklik kanan > properties layer raster yang sudah digeoreferensi tadi.



8. Pembuatan SHP untuk objek-objek yang dinginkan berdasarkan data raster yang sudah digeoreferensi,


Dengan memilih tempat folder pembuatan SHP > Klik kanan New > ShapeFile..


No 1 pada gambar di atas menunjukkan posisi file SHP, dan no. 2 jenis bentukan SHP yang akan kita buat.



Setelah SHP jadi, drag file SHP yang berada pada folder tadi ke dalam project agar SHP tersebut dapat digunakan.

9. Lakukan penggambaran dengan mengklik kanan SHP file yang berada pada layer > Toggle Editing


Klik Add Point Feature dan lakukan pengambaran, sebagai contoh pada project ini saya melakukan pengambaran titik posisi dari tiap kawasan wisata di Provinsi DKI Jakarta.


Lakukan pengisin id dari tiap objek yang kita gambar.


Setelah melakukan pengembaran maka objek tersebut akan tergambar pada project. Sebagai contoh titik-titik merah pada gambar di atas merupakan hasil pembuatan SHP. Lakukan Save Layer Edits setelah melakukan penggambaran.




Kita juga dapat melakukan penambahan informasi tambahan pada SHP yang kita buat dengan mengklik kanan SHP pada layer dan pilih Open Attribute Table



Tambah table sesuai dengan kebutuhan kita.


Pilih tipe data yang dinput sesuai kebutuhan, apakah angka atau tulisan.




Tampilan objek SHP juga dapat diedit dengan mengklik kanan Layer SHP dan pilih Layer Properties 




Lakukan peneditan sesuai dengan kebutuhan.





Catatan tentang sistem referensi yang digunakan:

Google Earth menggunakan sistem koordinat Geografi dengan WGS84 datum (EPSG: 4326)
Google Map menggunakan sistem koordinat terproyeksi berdasarkan datum WGS84 (EPSG: 3857)

Data pada Open Street Map tersimpan pada sistem koordinat geografi dengan satuan derajat desimal dan datum dari WGS84 (EPSG: 4326)
Open Street Map tiles dan WMS webservice terproyeksi dalam sistem koordinat proyeksi berdasarkan WGS84 datum (EPSG: 3857)

Jadi jika membuat web map, di mana menggunakan peta Google Maps atau Open Street Map webservice, maka akan menggunakan sistem koordinat terproyeksi Sperical Mercator (EPSG 3857 atau srid: 900913) 












Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Membuat Web Map Gratis dengan QGIS

CARA MEMBUAT PETA KONTUR DENGAND DATA GRATIS DI QGIS